Senin, 21 Januari 2013

MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY


Model pembelajaran Inquiry (inkuiri), merupakan salah satu model pembelajaran terkenal. Inquiry berasal dari kata to inquire yang berarti ikut serta, atau terlibat, dalam mengajukan pertanyaan, mencari informasi, dan melakukan penyelidikan. Model pembelajaran Inquiry (inkuiri) bertujuan untuk memberikan cara bagi siswa untuk membangun kecakapan intelektual yang terkait dengan proses berpikir reflektif.
Teori yang mendasari model pembelajaran ini:
1. Secara alami manusia mempunyai kecenderungan untuk selalu mencari tahu akan segala sesuatu yang menarik perhatiannya;
2. Mereka akan menyadari keingintahuan akan segala sesuatu tersebut dan akan belajar untuk menganalisis strategi berpikirnya tersebut;
3. Strategi baru dapat diajarkan secara langsung dan ditambahkan/digabungkan dengan strategi lama yang telah dimiliki siswa;
4. Penelitian kooperatif (cooperative inquiry) dapat memperkaya kemampuan berpikir dan membantu siswa belajar tentang suatu ilmu yang senantiasa bersifat tentatif dan belajar menghargai penjelasan atau solusi altematif.
Sanjaya menyatakan, ada beberapa hal yang menjadi ciri utama strategi model pembelajaran Inquiry (inkuiri). Pertama, model pembelajaran Inquiry (inkuiri) menekankan kepada aktifitas siswa secara maksimal untuk mencari dan menemukan, artinya pendekatan inquiry menempatkan siswa sebagai subjek belajar. Kedua, seluruh aktivitas yang dilakukan siswa diarahkan untuk mencari dan menemukan sendiri dari sesuatu yang dipertanyakan, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan sikap percaya diri (self belief). Artinya dalam model pembelajaran Inquiry (inkuiri) menempatkan guru bukan sebagai sumber belajar, akan tetapi sebagai fasilitator dan. Ketiga, model pembelajaran Inquiry (inkuiri) adalah mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian dari proses mental, akibatnya dalam pembelajaran inquiry siswa tidak hanya dituntut agar menguasai pelajaran, akan tetapi bagaimana mereka dapat menggunakan potensi yang dimilikinya.
model pembelajaran Inquiry (inkuiri) terbagi menjadi tiga jenis berdasarkan besarnya intervensi guru terhadap siswa atau besarnya bimbingan yang diberikan oleh guru kepada siswanya. Ketiga jenis model pembelajaran Inquiry (inkuiri) tersebut adalah:
Inquiry Terbimbing (guided inquiry approach)
Model pembelajaran Inquiry (inkuiri) terbimbing yaitu posisi guru membimbing siswa dengan melakukan kegiatan dengan memberi pertanyaan awal dan mengarahkan pada suatu diskusi. Guru mempunyai peran aktif dalam menentukan permasalahan dan tahap-tahap pemecahannya.
Inquiry Bebas (free inquiry approach).
Pada umumnya model pembelajaran Inquiry (inkuiri) ini digunakan bagi siswa yang telah berpengalaman belajar dengan pendekatan inquiry. Karena dalam model pembelajaran Inquiry (inkuiri) bebas, menempatkan siswa seolah-olah bekerja seperti seorang ilmuwan. Siswa diberi kebebasan menentukan permasalahan untuk diselidiki, menemukan dan menyelesaikan masalah secara mandiri, merancang prosedur atau langkah-langkah yang diperlukan.
Inquiry Bebas yang Dimodifikasi ( modified free inquiry approach)
Model pembelajaran Inquiry (inkuiri) ini merupakan kolaborasi atau modifikasi dari dua model pembelajaran Inquiry (inkuiri) sebelumnya, yaitu: model pembelajaran Inquiry (inkuiri) dan model pembelajaran Inquiry (inkuiri). Meskipun begitu permasalahan yang akan dijadikan topik untuk diselidiki tetap diberikan atau mempedomani acuan kurikulum yang telah ada.
Prosedur Pembelajaran
Tujuan utama dari model pembelajaran inquiry  adalah membuat siswa menjalani suatu proses tentang bagaimana pengetahuan diciptakan. Untuk mencapai tujuan ini, siswa dihadapkan pada sesuatu (masalah) yang misterius, belum diketahui, tetapi menarik. Namun, perlu diingat bahwa masalah, tersebut harus didasarkan pada suatu gagasan yang memang dapat ditemukan (discoverable ideas), bukan mengada-ada.
Model ini sangat penting untuk mengembangkan nilai dan sikap yang sangat dibutuhkan agar siswa mampu berpikir ilmiah, seperti
1.keterampilan melakukan pengamatan, pengumpulan dan pengorganisasian data termasuk merumuskan dan menguji hipotesis serta menjelaskan fenomena,
2. kemandirian belajar,
3.keterampilan mengekspresikan
  secara verbal,
4. kemampuan berpikir logis, dan
5. kesadaran bahwa ilmu bersifat dinamis dan tentatif.

Kepustakaan:
Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. (Kencana Prenada Media Group. Jakarta. 2008). 

3 komentar:

  1. wah.. tambah pengetahuan lagi ni tentang inquiry. tambah inspirasi juga untuk PTK saya. makasih bu.

    bagi yang ingin donwload media ajar flash. bisa kunjungi blog saya.
    >> RADIASI - Ragam Media Edukasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih juga. semoga berguna.

      Hapus
  2. http://komandobisnis.blogspot.com/

    BalasHapus